Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menengok Warisan Murid Sunan Bonang di Madura

Syaiful Islam , Jurnalis-Senin, 15 Juni 2015 |04:44 WIB
Menengok Warisan Murid Sunan Bonang di Madura
Masjid Jami Baitur Rohman al Bonang (Foto: Syaiful Islam/Okezone)
A
A
A

"Batu ini tidak bisa dipindah, meskipun diangkat oleh banyak orang. Karena batunya besar. Sehingga saat melakukan pemugaran, batu ini dibiarkan di dalam masjid," terang Bendaraha Masjid Jami' Baitur Rohman Al Bonang, Rustam Aji.

Selain batu besar, sambung Rustam, ada benda lain yang merupakan sisa peninggalan Sunan Maneron, yakni berupa kayu ukiran yang dijadikan penyangga bangunan. Serta ada sebuah mimbar.

Pada atas mimbar terdapat dua anak panah yang saling berhadapan. Lalu di tengah-tengahnya ada lambang roda. Mimbar ini dijadikan tempat Khotib ketika membaca Khutbah saat Shalat Jumat.

"Kami secara turun-temurun selalu menjaga keberadaan masjid peninggalan Sunan Maneron, agar tetap lestari. Serta sebagai bentuk kecintaan kami kepada beliau (sunan maneron)," paparnya.

Di depan masjid, ada kuburan kerabat Sunan Maneron, yang kerap kali masyarakat berziarah ke sana. Sedangkan kuburan Sunan Maneron sendiri berada di kecamatan Arosbaya, Bangkalan.

Sementara pada teras masjid Jami' Baitur Rohman Al Bonang, terdapat sebuah gentong besar yang ditanam pada lantai masjid. Gentong ini berada pada teras masjid sebelah kanan atau utara. Dalam gentong, berisi air sumber yang diambil dari sumur tua.

Di atas gentong bertuliskan 'Gentong Agung Peninggalan Sinohon Muniron'. Setiap warga atau peziarah yang datang ke masjid, tidak akan melewatkan minum dari air gentong itu. Di samping bisa menyegarkan tubuh, juga diyakini untuk keselamatan bagi orang yang meminumnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement