Berdasarkan modus operandi dari kasus perampokan kapal sebelumnya, dia menyimpulkan bensin yang dibawa akan dipindahkan ke kapal tanker lain yang sudah menunggu di tengah laut. Lalu para ABK akan dilepaskan dan diminta membawa kapal ke pelabuhan terdekat.
Kapal tanker MT Orkim Harmony sendiri sedang berlayar dari Selat Malaka menuju Kuantan ketika dinyatakan hilang. Kapal tersebut membawa 22 ABK yang terdiri dari lima warga negara Indonesia (WNI), 16 warga Malaysia, dan seorang warga Myanmar.
Lima WNI yang hilang adalah Bambang Suryawan (43), Iwan Asriadi (39), Nelson Hasiholan Sitorus (35), Ntan Kombongan (30), dan Mawit Matin (46).
(Pamela Sarnia)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.