Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Meugang, Tradisi Menyambut Ramadan di Aceh

Meugang, Tradisi Menyambut Ramadan di Aceh
Warga Aceh belanja daging. (Foto: BBC Indonesia)
A
A
A

“Ya lumayan juga dapatnya, meski tak banyak, saya menjual tiga ekor sapi sejak kemarin (Selasa), tahun ini per kilonya cukup mahal,” tutur Saleh.

Harga daging yang melonjak sampai Rp140.000 per kilogram, tidak menghalangi warga Aceh untuk membeli daging untuk Meugang menyambut datangnya Ramadan yang jatuh pada hari ini, Kamis (18/6/2015).

Tradisi Meugang atau disebut juga Mameugang diyakini telah dijalankan sejak masa Kesultanan Aceh yang dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda.

Ketika itu, Sultan Iskandar Muda memerintahkan kepada anak buahnya memotong sapi dan membagikan dagingnya kepada kaum fakir miskin, seperti dijelaskan oleh Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Badruzzaman.

“Sapi disembelih kemudian dibagi dagingnya menjadi tumpukan kecil yang isinya memuat semua bagian tubuh hewan, jadi intinya bukan di beratnya tapi di komponen dagingnya yang mencerminkan keadilan,” kata Badruzzaman.

Kesultanan Aceh Darussalam pada abad ke-16 sampai 17 merupakan kerajaan Islam terbesar di Asia Tenggara, sehingga tradisi Meugang tak lepas juga dari ajaran Islam, kata Misri A Muchsin, dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement