Badrol mengatakan, SPAD harus memperketat proses penyaringan sopir taksi dan jangan toleransi dalam memberikan izin. ”Selain itu, SPAD harus memberikan pelatihan yang lebih intensif untuk pengemudi taksi untuk meningkatkan sikap dan layanan mereka,” katanya.
Ketua SPAD, Tan Sri Syed Hamid Albar, juga sepakat dengan penilaian situs asal London itu. ”Kami telah mengorganisir banyak program dan kursus pelatihan untuk pengemudi taksi, dan bahkan memiliki kursus sopan santun,” katanya.
”Tapi belum ada banyak perbaikan. Pada akhirnya, itu terletak di tangan industri taksi dan driver untuk memperbaiki diri.”
Syed Hamid mengatakan 50 persen dari 42 ribu taksi yang beroperasi di Kuala Lumpur adalah milik pribadi. ”Sebagian besar taksi swasta berusia lebih dari tujuh tahun dan SPAD telah mendorong driver untuk membeli mobil baru.” (Sindonews.com)
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.