Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Masjid Laweyan, Bukti Sejarah Islam di Solo

Masjid Laweyan, Bukti Sejarah Islam di Solo
Masjid Laweyan Solo. (Foto: Sindo)
A
A
A

Sebelum menjadi kerajaan, Pajang masih berbentuk kabupaten di bawah kekuasaan Kerajaan Demak. Kala itu, Hadiwijoyo bernama Joko Tingkir atau Mas Karebet menjadi menantu Sultan Trenggono yang memimpin Kerajaan Demak.

Ketika muda, Joko Tingkir menjadi murid Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga. Penunjukan Mas Karebet atau Joko Tingkir menjadi bupati Pajang bukan tanpa alasan.

"Salah satunya adalah Kabupaten Pajang sebagai penyaring jika ada serangan musuh dari wilayah timur sebelum sampai ke Kerajaan Demak," kata Adiyanto (62), juru kunci makam Ki Ageng Henis.

Pria yang telah 30 tahun menjadi juru kunci makam Ki Ageng Henis ini mengatakan, seusai kepemimpinan Sultan Trenggono, Pemerintahan Kerajaan Demak dipindah ke Pajang yang kemudian menjadi kerajaan.

Joko Tingkir kemudian naik takhta dengan gelar Sultan Hadiwijoyo. Sedangkan Ki Ageng Henis diangkat menjadi patih di Pajang.

Masjid yang dibangun Ki Ageng Henis dahulu merupakan sebuah pura. Saat itu, konon bentuknya masih musala. Fungsinya kala itu bukan hanya sebagai tempat ibadah, namun juga menjadi pusat perkembangan Islam, tempat musyawarah dan perundingan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement