Hal itu ditambah kemampuan Sultan Hadiwijoyo yang konon memiliki banyak kesaktian sehingga siapa pun menjadi segan.
Masjid Laweyan dalam perkembangannya pernah dipugar semasa Raja Keraton Kasunanan Surakarta Pakubuwono (PB) X. Masjid juga diberi mimbar untuk khotbah yang bentuknya seperti kereta.
"Mimbar ini pun sampai kini masih ada tetap dipakai untuk tempat khotbah," ungkap Rafik, salah satu pengurus Masjid Laweyan.
Selain itu, ada juga beduk dan kentongan yang usianya ratusan tahun. Sisa bangunan yang usianya tua adalah 12 tiang utama masjid yang terbuat dari kayu jati.
Meski fungsinya kini hanya menjadi tempat ibadah, Masjid Laweyan tetap memiliki daya tarik tersendiri. Banyak orang singgah ketika akan berziarah ke makam Ki Ageng Henis. Termasuk juga para peneliti yang ingin meneliti sejarah Masjid Laweyan. (Sindonews)
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.