Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Panglima Restui Brimob Dilatih TNI

Mustholih , Jurnalis-Selasa, 28 Juli 2015 |20:44 WIB
Panglima Restui Brimob Dilatih TNI
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) restui permintaan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk Brimob dilatih TNI (Foto: Antara)
A
A
A

SEMARANG - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, angkat bicara soal Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, agar pasukan Brigade Mobil (Brimob) Polri dilatih oleh elemen TNI.

Tapi bukan seperti yang ditentang Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya, soal Brimob yang minta dilatih pasukan elite TNI AD, Raider. Jenderal Gatot menyatakan bisa saja Brimob dilatih TNI dari elemen Kopassus TNI AD dan itu pun hanya untuk kemampuan bertahan di hutan.

"Jadi begini. Setelah dijelaskan Pak Kapolri, bukan kemampuan Raider yang diinginkan, tapi kemampuan hidup di hutan. Yang diinginkan Pak Kapolri adalah kemampuan survival, kemampuan hidup di hutan. Tentu akan diberikan TNI," kata Jenderal Gatot di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2015).

Panglima menyatakan, TNI kapan pun siap melatih kemampuan survival Pasukan Brimob. "Saya siap setiap saat. Tinggal kapan Pak Kapolri minta," tegas Gatot lagi.

Yang jelas, kata Gatot, TNI tidak akan melatih pasukan Brimob apabila yang diinginkan Mabes Polri adalah meningkatkan kemampuan Raider. Gatot menyatakan kemampuan Raider adalah kemampuan untuk berperang (kombatan).

"Akan diberikan TNI, tapi bukan kemampuan Raider. TNI saja tidak semuanya Raider. Itu akan dilatihkan, disetujui untuk pelatihan survival dan penjajakan di hutan," lanjut mantan KASAD tersebut.

Apabila jadi melatih pasukan Brimob, Gatot menambahkan, banyak pusat-pusat pendidikan milik TNI yang siap memberi pelajaran survival. "Banyak pusat-pusat pendidikan. Di Jakarta ada, di tiap-tiap daerah ada. Setiap Kodam ada," imbuh Gatot.

Kapolri Jenderal Badrotin Haiti yang berdiri di samping Gatot, nampak tersenyum mendengar penjelasan tersebut. Sebelumnya, Badrotin Haiti di samping Gatot, juga mengklarifikasi bahwa yang diinginkan dari pelatihan TNI ke pasukan Brimob, adalah meningkatkan kemampuan survival.

"Jadi itu memang satu kebutuhan Brimob kita. Kita belum terlatih untuk bisa melakukan pengejaran-pengejaran pada daerah-daerah hutan dan gunung-gunung," timpal Badrodin.

Kapolri menyatakan pelatihan survival dari TNI, akan digunakan Pasukan Brimob mengejar para tersangka teroris yang bersembunyi di hutan dan gunung.

"Yang kita kejar itu teroris seperti Santoso. Kalau hanya seminggu naik (bertahan di hutan), tidak akan bisa menyelesaikan persoalan. Bagaimana melakukan penjajakan survival sampai bisa satu bulan dan seterusnya," tandasnya.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement