Menurut Bambang, perbedaan fungsi antara Brimob dan juga TNI tersebut harus ditampakkan agar tak menimbulkan kerancuan di tengah institusi pengaman Indonesia tersebut. Dia menjelaskan bahwa Brimob dibentuk untuk menghadapi kejahatan intensitas tinggi, seperti perampokan bersenjata, teror, dan konflik sosial.
“Jadi latihannya untuk menghadapi kejahatan dengan intensitas tinggi, misalnya kecepatan dalam penyelidikan, penyidikan untuk mengungkap perkara, juga latihan mengamankan gejolak sosial, demonstrasi dan sebagainya,” tegasnya.
Sedangkan tim ‘raider’, lanjut Bambang, sebaiknya diserahkan kepada TNI. “Kalau untuk pengamanan perbatasan itu justru tugas TNI-AD, mereka itu saja yang dikembangkan, Brimob untuk mengmankan daerah-daerah perkotaan yang rawan criminal,” tandasnya. (ang)
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.