JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menjawab teka teki ihwal siapa saja menteri yang diganti demi memperbaiki kinerja Kabinet Kerja ke depan. Sebanyak lima menteri dan Sekretaris Kabinet (Seskab) dicopot lantaran dianggap kinerjanya jauh dari ekspektasi.
Peneliti The Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta, Arya Fernandes mengatakan, perombakan atau reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Jokowi setidaknya harus mempertimbangkan tiga hal.
"Pertama yaitu penerimaan publik, kedua penerimaan koalisi dan yang ketiga penerimaan pasar," ujar Arya saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Rabu (12/8/2015).
Menurutnya, bila reshuffle hanya mempertimbangkan aspek penerimaan elite dan koalisi saja, niscaya reshuflle tidak akan memengaruhi kinerja pemerintahan.