Lalu pada 7 Mei 2007, SBY juga me-reshuffle delapan menteri. Di antaranya, Jusman Syafii Djamal menggantikan Hatta Rajasa sebagai Menteri Perhubungan, kemudian Hatta Rajasa digeser menjadi Menteri Sekretaris Negara menggantikan Yusril Ihza Mahendra.
Kemudian Andi Mattalata diangkat sebagai Menteri Hukum dan HAM menggantikan Hamid Awaludin, lalu Lukman Edy diangkat sebagai Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal menggantikan Saifullah Yusuf.
Menteri Komunikasi dan Informatika diisi oleh Muhammad Nuh. Sofyan Djalil digeser menjadi Menteri BUMN. Mardiyanto diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri menggantikan Widodo Adi Sutjipto.
Sementara pada periode kedua mejabat sebagai RI-1, SBY juga dua kali melalukan reshuffle, yakni 17 Oktober 2011 terhadap lima kementerian dan satu menteri diganti pada 15 Januari 2013.
Namun, pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti menilai, upaya kocok ulang kabinet tidak bisa dilihat dari rentang waktu kepemimpinan. Pasalnya, tiap pemimpin memiliki harapan serta konteks era yang berbeda.