Ia menegaskan, justru ancaman nyata bangsa ini adalah ancaman bencana alam, teroris, pencurian ikan, wabah penyakit dan tak ketinggalan, narkoba.
"Tiap hari 50 orang (pengguna narkoba). Satu tahun sudah 15 ribu. Harus kita pahami dan sama-sama mencegah. Kalau tidak, pertahanan kita akan goyah. Ancaman nyata ini harus kita pikirkan," tambah Menhan.
Dalam kesempatan itu, Menhan juga menyampaikan prioritas program kementerian pertahanan ke depan. Di antaranya, penanaman bela negara, peningkatan pengadaan perangkat militer, dan pembangunan di daerah perbatasan.
"Kita tidak melakukan wajib militer, tetapi ada undang-undang yang mengatur setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban membela negara," pungkasnya.
(Randy Wirayudha)