nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lagi, Polisi Tembak Mati Anggota Din Minimi

Salman Mardira, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2015 18:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 08 27 340 1203703 lagi-polisi-tembak-mati-anggota-din-minimi-kYAcBT8Bw1.jpg Kelompok bersenjata Din Minimi (ist)

BANDA ACEH - Aparat kepolisian menembak mati Junaidi alias Beurjuek (30) di sekitar SPBU Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Junaidi diduga anggota kelompok bersenjata Din Minimi yang kini jadi buronan polisi.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Teuku Saladin mengatakan, kejadian pada siang tadi berawal dari penyelidikan tim siluman kepolisian terhadap Beurjuek. "Hasil penyelidikan tim siluman, hari ini yang bersangkutan akan bertemu seseorang di SPBU, diduga menurut info akan melakukan perampokan," kata Saladin saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (27/8/2015).

Tim tersebut, lanjut dia, langsung mengepung lokasi, dan menangkap pelaku bersama seorang temannya. "Karena berupaya kabur diberikan tembakan pelumpuhan," ujar Saladin.

Beurjuek yang merupakan warga Sidomulyo, Kuta Makmur, Aceh Utara tewas di lokasi. Sedangkan temannya beserta seunit sepeda motor RX-King kini diamankan polisi. "Apakah dia terlibat atau tidak dalam kelompok DM, sekarang sedang dilakukan pengembangan," sebut Saladin.

Menurutnya, jasad Beurjuek sudah dibawa ke RSU Cut Meutia. Polisi masih menyisir lokasi kejadian untuk mencari kemungkinan adanya senjata api.

Sementara versi lain diperoleh Okezone menyebutkan, sebelum ditembak Beurjuek bersama temannya mengendarai motor RX King dari Lhokseumawe menuju Batuphat. Keduanya diikuti tim gabungan Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe. Saat diberhentikan, ia menolak dan masuk ke pekarangan SPBU. Tim kemudian memepet motornya hingga keduanya terjatuh.

Keduanya langsung ditangkap, namun Beurjuek melawan dan ditembak dua kali. "Mengenai Junaidi alias Beurujek di bagian kepala dan meninggal di TKP," sebut sumber di kepolisian.

Beurjuek merupakan salah satu buronan Polda Aceh. Dia diduga berhasil lolos dalam penyergapan sebuah rumah di Pulo Meuria, Geureudong Pasee, Aceh Utara pada 20 Agustus 2015. Dalam peristiwa itu polisi menembak Ridwan, pemilik rumah yang diduga bagian dari kelompok Din Minimi. Sementara empat lainnya termasuk Beurjuek berhasil kabur.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini