nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penembakan Anggota Din Minimi Sesuai Prosedur

Salman Mardira, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2015 17:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 08 28 340 1204292 penembakan-anggota-din-mimin-sesuai-prosedur-638jG6eVo3.jpg Kelompok bersenjata Din Mimin (ist)
BANDA ACEH - Kapolda Aceh, Irjen Husein Hamidi membantah penembakan yang menewaskan Junaidi alias Beurjuek (30) menyalahi prosedur. Menurutnya, anggota Din Minimi itu dilumpuhkan karena tidak mengindahkan tembakan peringatan.
 

"Kami berusaha untuk menangkap pelaku hidup, sebetulnya. Tapi di lapangan, ada berbagai kendala. Mereka nyata-nyata tidak mau menyerahkan diri," ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2015).

Ia menjelaskan, penembakan terhadap Beurjuek sudah sesuai prosedur. "Kami sudah berikan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan. Akhirnya, kami arahkan untuk melumpuhkan”.

Ia menuturkan, tersangka merupakan buronan Polda Aceh. Sebelumnya, ia lolos dalam penyergapan di Pulo Meuria, Geureudong Pasee, Aceh Utara tengah pekan lalu.

Polisi menduga, Beurjuek terlibat dalam aksi kriminal berupa penembakan dan pembakaran truk pengangkut kelapa sawit di Aceh Utara. "Dan memeras sekira Rp80 juta terhadap salah satu korban di Aceh Utara," sebut Kapolda.

Husein menjelaskan, Beurjuek bersama komplotan bersenjata Din Minimi merupakan kelompok kriminal, sehingga polisi tetap menjalankan fungsinya sebagai penegak hukum.

Namun, jika mereka ingin menuntut keadilan kepada Pemerintah Aceh yang kini dipimpin mantan petinggi mereka di GAM, Kapolda mengatakan, seharusnya jangan dilakukan dengan perbuatan melawan hukum.

Seperti diberitakan sebelumnya, Beujuek yang merupakan warga Sidomulyo, Aceh Utara, tewas ditembak di SPBU Batuphat, Lhokseumawe pada Kamis, 27 Agustus 2015. Selain itu, polisi juga mengamankan seorang rekan pelaku berinisial IS (26), warga Meunasah Binjei, Nisam, Aceh Utara.

Tak jauh dari lokasi penembakan, polisi menyita sepucuk senjata api AK-47 serta 47 peluru serta borgol dari hasil penyisiran. Barang bukti itu diduga milik Beurjuek. (fal)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini