Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Anang: Setiap Penegak Hukum Punya Gaya yang Berbeda

Reni Lestari , Jurnalis-Sabtu, 05 September 2015 |14:08 WIB
Anang: Setiap Penegak Hukum Punya Gaya yang Berbeda
Anang Iskandar (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar, yang akan segera menjabat Kepala Bareskrim Polri mengatakan, gaya penegakan hukum antara dirinya dan Komjen Budi Waseso (Buwas) tentu berbeda.

Seperti diketahui, Buwas dikatakan membuat gaduh kondisi perekonomian Indonesia dengan penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan di kantor PT Pelindo II beberapa waktu lalu.

"Inilah yang perlu kita sampaikan. Bagaimana menjaga keseimbangan. Ikan ditangkep tapi kolamnya tidak gaduh," kata Anang dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya bertajuk "Penegakan Hukum Tanpa Gaduh" di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (5/9/2015).

Ia mengatakan, setiap penegak hukum mempunyai seni yang berbeda dalam melakukan penindakan. Seperti yang sudah dia lakukan di BNN selama ini, penegakan hukum ala Anang dia katakan tak mengedepankan publisitas.

"Jangan sampai seperti 'kriwikan dadi grojongan' (hal kecil tetapi menjadi besar). Saya sudah 32 tahun belajar di polisi, saya ambil kesimpulan itu tergantung seni penegak hukum," tambah dia.

Anang mengakui banyak pihak yang meragukan dirinya akan bersikap tegas dalam melanjutkan kasus-kasus yang sedang ditangani Bareskrim. Namun bagi Anang, dipandang sebelah mata bukan hal baru.

"Saya masuk polisi pun banyak yang meragukan, saya jalan, tahunya saya sudah jadi kapolres. Kadang-kadang orang hanya melihat kulitnya," ujar jenderal bintang tiga ini.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo menilai, "kegaduhan" yang dibuat Buwas lantaran ada pihak-pihak yang merasa terganggu dengan terungkapnya kasus-kasus yang ditanganinya. Tetapi, ia membenarkan, setiap penegak hukum mempunyai strategi yang berbeda.

"Setiap pemimpin ada strategi masing-masing, ada yang senang hingar- bingar, ada yang senang diam-diam tapi kena. Komisi III tidak mempersoalkan mutasi ini, tapi kasus yang ditangani Buwas yang akan jadi sorotan DPR," kata Bambang.

Mengenai kapabilitas Anang, Bambang mengaku tak ragu, karena pada dasarnya Anang lebih senior daripada Buwas.

"Kami tidak perlu meragukan Pak Anang. Dari segi jam terbang Pak Anang kan lebih senior," tambah dia.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement