Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Siti Rukayah Menunggu Suami Berwudu Saat Tertimpa Crane

Hari Istiawan , Jurnalis-Senin, 14 September 2015 |17:13 WIB
 Siti Rukayah Menunggu Suami Berwudu Saat Tertimpa <i>Crane</i>
Keluarga menujukkan foto Siti Rukayah (Hari Istiawan/Okezone)
A
A
A

MALANG - Duka menyelimuti rumah keluarga Abdullah dan Siti Rukayah (50) di Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Siti menjadi korban meninggal dalam insiden ambruknya alat penderek (crane) di Masjidil Haram.

Salah satu keponakan almarhum, Masruroh, mengatakan, Siti Rukayah berangkat ke Makkah bersama suaminya, Abdullah. Keduanya tergabung dalam Kloter 39 Emberkasi Surabaya.

Siti Rukayah merupakan guru agama Islam di SMPN 2 Kepanjen. "Ketua Muslimat Kecamatan Ngajum juga," kata Masruroh, ditemui di rumah duka, Senin (14/9/2015).

Saat crane konstruksi perluasan Masjidil Haram ambruk, Abdullah dan Siti Rukayah sedang menunggu masuk waktu salat. Namun Abdullah berada di kamar mandi untuk berwudhu.

Begitu kembali, dia melihat lokasi di mana Siti Rukiyah menunggu, sudah berantakan tertimpa crane. "Waktu itu tidak tahu di mana keberadaaannya (Siti Rukayah), sudah lari atau belum," kata Masruroh.

Kabar meninggalnya Siti Rukayah baru didapat keluarga pagi tadi. Keluarga pun mengaku ikhlas jenazah dimakamkan di Makkah. Sementara Abdullah melanjutkan ibadahnya. "Suaminya ingin almarhumah dimakamkan di Makkah," katanya.

(Risna Nur Rahayu)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement