Image

Kisah Menperin yang Cuma Minum Susu Sebulan Sekali

Prabowo, Jurnalis · Kamis 17 September 2015, 21:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 09 17 512 1216300 kisah-menperin-yang-cuma-minum-susu-sebulan-sekali-cq6KalLsSd.jpg Menteri Perindustrian RI, Saleh Husin (Foto: Prabowo/Okezone)

KLATEN - Ada yang menggelitik saat Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Saleh Husin bersama rombongan, berkunjung ke pabrik susu PT Sari Husada di Jalan Solo-Yogya Km 19, Prambanan Klaten, Klaten, Jawa Tengah.

Menteri Saleh mengakui kekurangan minum susu saat masih kecil, karena keluarganya kala itu tidak mampu membeli susu.

"Saya masih ingat waktu masih kecil itu jarang minum susu. Sebulan bisa hanya sekali, karena kondisi saat itu serba kekurangan," katanya disambut tawa jajaran direksi dan managemen PT Sari Husada dan rombongan, Kamis (17/9/2015).

Saat ini, kata dia, konsumsi susu masyarakat Indonesia juga masih minim, yakni sekira 12 liter per tahun. Sementara untuk negara tetangga seperti Malaysia, sudah mencapai 36 liter per tahun, Singapura di atas angka 26 liter per tahun dan Filipina yang mencapai 18 liter per tahun.

"Minat kita untuk mengonsumsi susu juga masih kurang. Kalah dengan Malaysia, Singapura, Myanmar, dan Filipina. Konsumsi susu itu baik untuk memenuhi gizi," jelas Menteri Saleh.

Saleh juga mengatakan, bahan baku untuk membuat susu di pabrik harus mendatangkan dari luar negeri. Artinya, Indonesia harus mengimpor bahan baku susu tersebut, untuk diolah oleh pabrik supaya menjadi produk yang siap dikonsumsi masyarakat.

"Produksi bahan baku susu kita hanya 800 ribu ton perbtahun, atau sekitar 21 persen. Kekurangannya sekitar tiga juta ton per tahun harus impor," katanya lagi.

Dia menyebut ada banyak negara yang mengekspor bahan baku susu ke Indonesia, seperti Selandia Baru, Australia, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan negara lain.

Dia berharap agar peternak susu sapi perah bisa lebih ditingkatkan, sehingga bahan baku yang kekurangan bisa disuplai supaya tidak kekurangan.

"Peternak sapi, khususnya sapi perah itu harus lebih meningkatkan produksinya. Supaya bahan baku susu kita tidak kekurangan banyak," imbuh menteri yang berasal dari Partai Hanura itu.

Dalam kesempatan ini, Saleh mendapat informasi mengenai perusahaan dan proses produksi. Saleh turut melihat langsung proses produksi dari pencampuran bahan susu, menjadi susu siap konsumsi, hingga proses pengepakan dalam kardus.

Sayangnya, awak media tidak diperbolehkan masuk area steril tersebut. Bahkan, di gudang pengepakan media dilarang mengambil foto untuk diekspos.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini