Menurut Aher, saat kejadian ia dan rombongan dari Maktab 69 masuk ke Mina melalui terowongan Muaisim. Waktunya jauh sebelum tragedi Mina terjadi.
"Dari sisi waktu di belakang kami sekitar jam 11 siang di jalan 204. Kami dari perkemahan Indonesia maktab 69 masuk Mina melalui terowongan Muaisim. Suasana sangat panas, cuaca mencapai 43°C. Alhamdulillah saya selalu bawa air yang cukup. Sebab benda yang paling berharga saat jalan di cuaca panas adalah air," ungkap dia.
Di akhir paparannya, ia mendoakan korban meninggal mati syahid. "Semoga menjadi syuhada, Sebab mereka sedang dalam posisi taat tunduk patuh pada Allah SWT," tutup dia.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.