Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPB Akui Penanggulangan Kebakaran Hutan Lamban

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Selasa, 06 Oktober 2015 |13:08 WIB
BNPB Akui Penanggulangan Kebakaran Hutan Lamban
ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sudah terjadi sejak bulan Mei 2015. Sebulan belakangan, titik api (hotspot) meningkat dan mengakibatkan banyaknya jumlah asap.

Banyak masyarakat di daerah terdampak yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei membenarkan jika penanganan karhutla di beberapa wilayah berjalan lambat. Hal itu dikarenakan kurangnya personel dan kondisi medan yang berat.

Dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Willem menegaskan bahwa kondisi kebakaran terparah sejauh ini terjadi di Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur.

"Dari citra satelit yang kami amati dua hari tertakhir, Sumsel, di Kabupaten OKI (Ogan Komering Ilir) itu pemadamannya masih lambat sekali penanganannya. Kedua kebakaran di Kaltim, ada penambahan. Di sana setelah diteliti memang sebagian kebun masyarakat, perorangan sifatnya. Ini dua yang menonjol," kata Willem, Selasa (6/10/2015).

Stop Pembakaran Hutan

Data terbaru dari BNPB menunjukkan, jumlah titik api di Sumatera sebanyak 502 yang 406 titiknya berada di Sumsel. Kalimantan menyumbang 712 titik, dengan jumlah terbanyak ada di Kaltim dengan 333 titik dan Kalteng 262 titik.

"Di Kaltim terjadi kebakarannya di lahan pertanian. Setelah kami teliti di lapangan. Dari citra satelit kebakaran terjadi di daerah perbatasan kabupaten dan provinsi. Infrastruktur jalan tidak terlalu bagus sehingga sulit dijangkau," tegasnya.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement