PADA Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Antalya, Turki, Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan sumber dana Daesh, sebutan lain bagi kelompok militan ISIS, berasal dari 40 negara, termasuk beberapa negara anggota G-20. Meskipun Putin tidak menyebutkan negara mana saja sumber dana ISIS itu berasal, Turki diduga merupakan salah satunya.
Dugaan itu berawal dari pernyataan seorang pejabat partai oposisi Turki, Gursel Tekin beberapa bulan lalu terkait dengan putra Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang bernama Necmettin Bilal Erdogan yang dituduh menyelundupkan minyak mentah curian ISIS dari Irak ke Asia.
Bukanlah sebuah rahasia bahwa sumber pemasukan utama ISIS berasal dari penjualan minyak bumi mentah.
ISIS diyakini memiliki kendali produksi atas lebih dari 30 ribu barel minyak mentah per hari di Irak dan 50 ribu barel per hari di Suriah. Dari sana, ISIS diperkirakan menghasilkan sedikitnya USD3,2 juta dolar atau sekira Rp43 miliar per hari dengan menjual minyak bumi mereka jauh di bawah harga minyak dunia.