Anak ketiga Erdogan itu sebelumnya pernah tersangkut skandal kasus korupsi di Turki pada 2013. Dia diketahui memiliki hubungan dengan Yasin al Qadi, seorang pengusaha Arab Saudi yang menurut daftar milik otoritas Amerika Serikat (AS) merupakan pendukung Al Qaeda.
Tekin menambahkan bahwa perusahaan Bilal yang dia sebut melakukan perdagangan dengan ISIS BMZ, merupakan perusahaan keluarga Erdogan.
“Presiden Erdogan dan beberapa kerabat dekatnya memiliki saham di BMZ dan mereka menyalahgunakan dana publik serta mengambil pinjaman ilegal dari bank-bank di Turki,” tuduh Tekin.
Selain tuduhan terhadap Bilal, anak Erdogan lainnya Sumeyye Erdogan dituduh membantu ISIS dengan membuka sebuah rumah sakit militer rahasia di Sanliurfa, tidak jauh dari perbatasan dengan Suriah yang memberikan perawatan intensif bagi para militan yang terluka.