Anggota Dewan Gunung Kidul Enggan Gunakan BPJS Kesehatan

ant, · Kamis 07 Januari 2016 22:16 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 07 510 1283243 anggota-dewan-gunung-kidul-enggan-gunakan-bpjs-Hy5PLXYZfM.jpg Kabupaten Gunungkidul (Okezone)

GUNUNG KIDUL - Anggota DPRD Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, enggan menggunakan asuransi kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Keengganan tersebut, terlihat dari belum dikembalikannya formulir kepesertaan BPJS yan harus diisi tiap anggota dewan ke sekretariat dewan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sekretariat DPRD Gunung Kidul, Sumarno mengatakan, terkait pendaftaran peserta BPJS ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada anggota dewan termasuk kewajiban masuk BPJS Kesehatan.

"Saat ini, sekretariat dewan sudah tidak menggunakan asuransi swasta karena melanggar aturan. Namun, wakil rakyat belum mengembalikan formulir pendaftaran kepesertaan," kata Sumarno, Kamis (7/1/2016).

Ia menambahkan, dari 45 wakil rakyat, baru tujuh anggota yang mengembalikan formulir tersebut. Dengan demikian, pihak BPJS belum bisa memproses asuransi tersebut sebelum dicapai jumlah minimal 25 orang. "Kalau jumlah minimalnya tidak tercapai, ya tidak bisa diproses," katanya.

Menurut Sumarno, kerugian yang terjadi bila tidak segera memproses, maka pihak Sekwan tidak bisa memfasilitasi jika ada anggota yang sakit. "Sekarang tidak di-cover asuransi karena sudah tidak ada kerja sama dengan pihak ketiga, mereka harus membayar sendiri bila terjadi apa-apa," katanya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Gunung Kidul, Supriyadi mengatakan, terlambatnya pengembalian formulir oleh para anggota dewan disebabkan saat ini banyak agenda yang harus dilakukan para anggota dewan.

“Kami harus menyerahkan secara kolektif. Kebetulan, kemarin terus terang agenda DPRD banyak, nah sekarang sudah longgar," katanya.

Supriyadi juga meminta, agar BPJS meningkatkan pelayanan sehingga masyarakat tidak kesulitan dan berbelit.

"Jadi kadang kami juga enggan karena kita sakit masih direpotkan. Kalau suruh memilih jelas kami memilih pihak ketiga non-BPJS, karena prosedurnya cepat, meskipun tidak bisa penuh membackup penyakit," kata politisi PAN ini.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini