Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bom Sarinah dan "Ledakan" Media Sosial

Reni Lestari , Jurnalis-Jum'at, 15 Januari 2016 |17:37 WIB
Bom Sarinah dan
Aksi Solidaritas Ledakan di Sarinah (foto: Okezone)
A
A
A

Salah satu yang menjadi sorotan adalah sesosok tubuh renta dengan kipas satenya. Pria itu bernama Jamal (65), penjaja sate di lampu lalu lintas Jalan KH Wahid Hasyim.

Tempat Jamal berdagang tak jauh dari lokasi kejadian, namun ia tetap tenang meski "dar-der-dor" mengudara tak jauh dari tempatnya biasa mangkal. Saat kejadian, ia mengungkapkan masih santai mengipasi bara di tungku satenya dan melayani pembeli.

"Waktu kejadian bom, saya lagi dagang. Mulai dagang jam 08.00, dan ketika jam 10.00 saya dengar ledakan. Saya tetap menjaga dagangan saya," katanya.

 

Aksi Jamal tersebut kemudian ramai dibicarakan, bahkan ada pula yang membuat meme dari hasil jepretannya ketika Jamal tengah membakar sate. Dalam gambar tersebut tertulis “Keep Calm and Bakar Sate” lalu dibubuhi tagar #kamitidaktakut.

Sebuah akun di media sosial Path turut meramaikan perbincangan tentang Jamal untuk meredam kepanikan publik. Pemilik akun Wimpy menulis:

“Warung sate ini hanya berjarak 100 meter dari serangan teroris, dua jam lalu dan pria ini masih memanggang satenya dan orang-orang masih memesan sate. Ini Jakarta! Kalian tidak bisa meneror orang Jakarta! takut tidak ada dalam kamus kami!"

Tagar #kamitidaktakut langsung menjadi hits di media sosial Nusantara. Seolah-olah ini merupakan perlawanan terhadap aksi teror dan teroris itu sendiri. Tagar tersebut sekaligus juga menjadi antitesis dari sikap yang umumnya ditunjukkan warga ketika terjadi bom di penjuru dunia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement