WINA – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif terbang ke Wina, Austria untuk mendengarkan laporan akhir Agen Energi Atom Internasional (IAEA) mengenai program nuklir Iran. Pria 56 tahun itu terbang dengan penuh antusias dan optimisme karena laporan IAEA dapat menguntungkan Iran.
Jika laporan IAEA menunjukkan Iran tetap pada komitmen mereka saat meneken perjanjian nuklir Juli 2015 lalu, klausul “Hari Implementasi” akan berlaku dan sanksi akan dicabut.
“Dengan rilisnya laporan dari IAEA hari ini, kesepakatan nuklir akan mulai dilaksanakan usai pernyataan bersama,” ujar Zarif, seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (16/1/2016).
Jika dirilis, laporan itu akan menyempurnakan perjanjian nuklir pada 14 Juli 2015 antara Iran dengan negara-negara kuat dunia. Sesuai perjanjian, Iran setuju untuk mengurangi program nuklir mereka. Sebagai timbal balik, beberapa sanksi dari Uni Eropa, Amerika Serikat (AS), dan PBB akan dicabut.
Pencabutan sanksi itu akan mengalirkan uang hingga miliaran dolar dari investasi. Dengan begitu, perekonomian Iran akan berangsur-angsur membaik sesuai dengan janji Presiden Hassan Rouhani.
“Hari ini adalah hari yang baik bagi warga Iran karena sanksi akan dicabut,” sahut pria berjanggut putih itu dengan optimis.
Zarif sudah tiba di Wina, Austria pada Sabtu pagi waktu setempat. Dia dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini, dan Ketua IAEA Yukiya Amano.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.