Saat itu dia melihat sekitar jalanan sudah banyak skrup, baut serta paku yang berserakan. Untung lantas berpikir itu merupakan aksi teroris.
Benar saja dugaan pria yang mengenakan kemeja putih itu, saat kejadian ledakan bom yang menewaskan 7 orang dan melukai 24 orang lainnya disertai suara tembakan terdengar beberapa kali yang mengarah ke kerumunan massa.
"Tiba-tiba ada tembakan dari arah kerumunan, lalu di kerumunan itu ada yang tertembak. Tamat (IPDA Tamat Suryani yang ngopi bersama AKBP Untung) safety ride di sini (belakang saya)," bebernya.
Baku tembak dengan para teroris itu tak terhindarkan. Untung dengan pistol yang sudah terkokang mengamankan lokasi dengan IPDA Tamat sambil menunggu pasukan kepolisian datang. Untung berada di posisi terdepan, Tamat memback-up dari belakang melakukan pengamanan.
"Ketika kaki dihamtam si Tamat, saya hantam dadanya. Mendapat tembakan dari Tamat, tamat ( mati) dia (teroris)," tuturnya.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.