PARIS – Bom palsu yang akan digunakan untuk latihan anti-teroris menyebabkan kesalahpahaman dan menyebabkan heboh bandara Charles de Gaulle di Paris, Prancis.
Dilaporkan, benda tersebut ditemukan oleh karyawan FedEx pada Rabu 27 Desember 2016, dan langsung lari akibat trauma teror Paris. Staf dari perusahaan jasa pengiriman terebut mengatakan ia berlari karena mencari pihak keamanan.
Staf FedEx itu mengatakan kepada pihak keamanan bandara, ia menemukan paket berisi paku, mur dan detonator.
Dikabarkan, pada pukul 22.00 waktu setempat, Tim Gegana Prancis langsung dikirimkan ke lokasi dan dibantu dengan anjing pelacak mereka juga menemukan beberapa benda sama di sekitar bandara.
Ternyata, tidak lama kemudian terungkap bahwa benda tersebut adalah bom palsu dan digunakan untuk latihan keamanan. Sumber keamanan bandara mengatakan bahwa benda tersebut diterbangkan dari Amerika Serikat (AS) yang akan dikirimkan ke Kedutaan AS di Tunisia.