Serba-serbi tentangnya juga jadi perhatian khusus para netizen, setelah rekaman wawancaranya diunggah ke media sosial YouTube yang sudah ditonton lebih dari 1 juta kali!
Jiwa kucing dalam dirinya juga mendorong cara berbusananya, baik di rumah maupun di ruang publik dengan mengenakan sejumlah atribut menyerupai kucing, seperti sarung tangan berbentuk telapak kucing, maupun aksesoris rambut berbentuk telinga kucing.
“Saya menyadari bahwa saya merupakan seekor kucing ketika berusia 16 tahun. Saat itu para dokter dan psikolog menemukan ‘sesuatu’ terhadap saya. Terlepas dari kelahiran saya (sebagai manusia), terdapat penyimpangan genetik,” aku Nano.
Saat berada di ruang publik, seperti Stasiun Kereta Oslo, Nano juga bilang bahwa dia mendengar banyak hal yang tak bisa didengar manusia biasa.