“(Seperti suara) roda koper yang berputar. Bunyi rangkaian kunci-kunci di saku orang lain. Suara (salju) es di sepatu orang-orang. Saya lahir dalam (tubuh) spesies yang salah. Saya juga benci air,” tambahnya, seperti disitat Daily Mail, Jumat (29/1/2016).
“Saya juga bisa melihat lebih baik dalam gelap. Saya senang mendengkur, bahkan merangkak. Mengejar banyak hewan lain yang terlihat dalam bayangan,” sambung Nano.
Sebagaimana halnya kebiasaan kucing, Nano juga berdesis ketika bertemu “musuh bebuyutannya” – anjing. “Kadang saya berdesis ketika bertemu anjing di jalan. Itu karena insting saya yang secara otomatis bereaksi mendesis. ,” lanjutnya.
Di sisi lain, Nano juga sering mengeong. Setidaknya dalam hal ini, Nano tak sendirian. Nano punya teman, Svein, untuk berkomunikasi dua arah dengan mengeong.
“Saya kadang bisa secara tiba-tiba mulai mengeong padanya. Kemudian kami saling berkomunikasi dengan bahasa kucing. Saya bisa mengerti bahasanya,” timpal Svein.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.