MA Perberat Hukuman Gubernur Riau Non Aktif

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Sabtu 06 Februari 2016 02:40 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 06 340 1306054 ma-perberat-hukuman-gubernur-riau-non-aktif-gXA2b3sdWv.jpg Anas Maamun saat Ditangkap KPK (Foto: Dok. Okezone)

PEKANBARU - Gubernur Riau nonaktif, Annas Maamun melakukan kasasi atas kasus korupsi alih fungsi lahan. Namun upaya politisi Golkar itu sia-sia. Alih-alih hukuman dipangkas, Mahkamah Agung (MA) justru memperberat hukumannya.

Hakim menjatuhkan hukuman Annas Maamun menjadi 7 tahun penjara di mana sebelumnya di vonis 6 tahun bui. Namun demikian pihak Penasehat Hukum (PH) Annas menyatakan belum menerima salinan putusan.

"Kita memang sudah mendapat informasi tetang putusan dari hakim kemarin yang memperberat hukuman Pak Annas. Namun kita belum mendapat salinan putusan dari hakim," kata Penasehat Hukum (PH) Annas Maamun, Eva Nora kepada Okezone, Sabtu (6/2/2016).

Dalam sidang yang dihadiri tiga hakim MA, Artidjo Alkostar, Krisna serta MS Lumme mereka menilai bahwa Anas Mamun terbukti menerima suap dari alih fungsi lahan.

Hakim menyatakan bukti yang diajukan Annas Maamun tidak bisa dibuktikan seperti uang dolar. Hal yang meringankan Annas karena terpidana itu telah berusia 78 tahun.

"Sampai saat ini kita sebagai Penasehat Hukum belum bisa melakukan upaya hukum karena belum mendapatkan salinan putusan dari MA. Jika ini dan salinan kita terima, kita akan melakukan kordinasi dengan klien apakah akan melakukan upaya hukum selanjutnya atau tidak," tukasnya.

Dalam kasus alih fungsi lahan, KPK telah menyeret dua pelakunya yakni Annas Maamun dan mantan orang dekatnya, Gulat yang melakukan pelaku penyuapan.

Saat ini Annas Maamun ditahan di Rutan Sukamiskin. Namun kondisinya sudah sakit-sakitan. "Karena faktor umurlah," ucap Eva.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini