JAKARTA - Amerika Serikat (AS) disebut-sebut sebagai negara adidaya yang punya pengaruh besar di dunia. Berbekal ekonomi dan militer yang kuat, membuat negeri Paman Sam itu begitu digdaya dan pantas jumawa di hadapan dunia internasional.
Namun, tidak sedikit orang yang membenci negara yang dipimpin Barack Obama itu lantaran negara tersebut kerap berlaku licik.
Salah satunya yakni dengan menyingkirkan sosok-sosok penting sebuah negara yang tidak berpihak atau dianggap sebagai ancaman bagi berbagai kepentingan sang negara adidaya.
Terdapat beberapa tokoh berpengaruh dunia yang meninggal dunia secara tragis lantaran secara terang-terangan menentang AS. Konon mereka menjadi tumbal atas berbagai aksi konspirasi licik. Berikut ulasannya seperti dilansir dari boombastis.com.
Ir Soekarno (Indonesia)
Presiden RI pertama ini terkenal sangat garang dan lantang melawan negara-negara imperialis.
"Persetan dengan PBB. Inggris kita linggis, Amerika kita setrika!" itulah sepenggal kalimat yang pernah dilontarkan oleh Presiden Soekarno sebagai bukti ketidaktakutannya akan dunia barat.
Dengan ketegasan pantang takut menentang Amerika dan sekutunya itulah yang akhirnya malah jadi bumerang bagi sang proklamator. Sejumlah konspirasi yang konon melibatkan CIA dan orang dalam membuat Soekarno dijegal dan diusir dari Istana Negara.
Meski Soekarno tidak dibunuh, namun disebut-sebut kuat dugaan secara tidak langsung kematiannya sendiri lantaran andil besar alias campur tangan Amerika.
Raja Faisal bin Abdul Aziz Alu Suud (Arab Saudi)
Siapa tidak kenal Raja Faisal dari Arab Saudi. Ia adalah seorang raja yang sukses membikin Amerika Serikat (AS) kalang kabut. Di era kepemimpinannya tahun 1970-an, sang raja pernah membuat keputusan untuk berhenti mengirim minyak ke negeri Paman Sam.
Imbasnya, ekonomi AS langsung lumpuh. Alasan Raja Faisal berbuat demikian lantaran Presiden AS kala itu, Richard Nixon, memberi bantuan gila kepada Israel dalam perang melawan bangsa-bangsa Arab. Akibat embargo ini, Israel pun kalah telak.
Nasib sang raja pun berkahir tragis. Ia tewas setelah kepalanya tertembus timah panas milik keponakannya sendiri, Pangeran Faisal bin Musaid. Pangeran Faisal diketahui mendapat mandat dari intelijen AS untuk melakukan misi ini.
Pasca-kematian Raja Faisal, secara perlahan namun pasti perekonomian AS kembali pulih. Pangeran Faisal sendiri pun bernasib tidak kalah mengerikan. Ia meregang nyawa dengan cara dipenggal kepalanya di depan umum.