Saddam Husein (Irak)
Saddam Husein merupakan bekas pemimpin Irak yang dianggap keji karena kediktatorannya. Padahal, selama 26 tahun memimpin Irak, ia menjadikan negara itu menjadi sangat luar biasa. Keberanian Saddam pun amat melegenda, terlebih saat ia berkoar lantang menentang setiap kebijakan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.
Keberanian dan sikap anti imperialisme itu membuat AS semakin geram terhadap Saddam Husein. Rencana pembunuhan Saddam bermula lewat invasi militer AS ke Irak di tahun 2003 silam.
AS saat itu berdalih jika AS memiliki senjata pemusnah massal. Alhasil, negeri seribu satu malam itu dibombardir habis tak terkecuali rumah-rumah ibadah tak luput dari terjangan rudal dan bom milik AS dan sekutunya.
Anehnya, hingga detik ini tudingan kepemilikan senjata pemusnah massal itu tidak terbukti. Saddam pun akhirnya menemui ajalnya secara tragis setelah dihukum gantung.
Muammar Qaddafi (Libya)
Muammar Qaddafi ialah tokoh berpengaruh di Afrika yang menemui ajalnya setelah dibunuh oleh rakyatnya sendiri. Banyak spekulasi mengatakan bahwa penggulingan Qaddafi ialah upaya agar negara kuat itu tidak mengganggu stabilitas Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.
Konspirasi menyingkirkan Qaddafi dari tampuk kekuasaannya kerap kali dikaitkan oleh keberhasilan intelijen AS dalam menciptakan suasana chaos dan membuat rakyat Libya melakukan pembunuhan terhadap Qaddafi di depan publik.
Sebenarnya, Qaddafi bukanlah pemimpin yang benar-benar buruk sebagaimana penilaian dunia barat. Semasa Qaddafi memimpin, rakyat Libya hidup dengan nyaman dan berlimpah kemakmuran. Berbagai infrastruktur berhasil dibangun, termasuk bendungan yang berdiri tegak di sebuah gurun pasir.
(Syukri Rahmatullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.