“Pada saat jurnalisme kami dibaca dan dihormati lebih banyak orang di lebih banyak tempat dari masa-masa sebelumnya, kami (sekarang) berpeluk pada masa depan digital secara ekslusif,” ungkap Evgeny Lebedev, disitat Daily Mail, Sabtu (13/2/2016).
“Kami menghadapi sebuah pilihan: terus mengelola edidi cetak, atau beralih ke digital yang sudah kami buat demi masa depan yang berkelanjutan dan menuai keuntungan,” tambahnya.
Di sisi lain, penutupan edisi cetak ini juga meninggalkan masalah lain. Meski lebih dari 50 pegawainya akan dikaryakan ke edisi online, namun mereka masih mengalami surplus sekira 70 staf, di mana 70 staf itu bakal menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Saya menyesali hal ini, tapi saya bisa mengonfirmasi bahwa semua yang dikontrak sebelumnya, akan menerima pesangon dengan masa kerja dua pekan,” tambahnya.
Surat kabar The Independent awalnya didirikan sekira tiga dekade silam (7 Oktober 1986) lalu oleh sejumlah editor senior Inggris, termasuk Andrew Marr dan Rosie Boycott. Edisi cetak pertama mereka terbit pertama kali pada 1990.
Sempat dikuasai Sir Anthony O’Reilly, The Independent kemudian dibeli pengusaha Rusia, Alexander Lebedev dan nama surat kabarnya juga dijual ke ESI Media dengan hanya mengucurkan dana 1 pounds!
(Randy Wirayudha)