Abdul menambahkan, dari 1.600 PSK Indramayu itu tersebar di pelbagai tempat, baik di daerah Indramayu maupun di luar Indramayu seperti Saritem, Batam, dan Kalijodo. Maraknya PSK di Indramayu, biasanya disebabkan faktor ekonomi, pergaulan, dan kebiasaan turun-temurun.
"Penyumbang terbesar PSK berasal dari wilayah barat Indramayu, antara lain Kecamatan Bongas dan Gabuswetan. Pasalnya, wilayah barat merupakan basis pertanian dan kawin cerai serta mobilisasinya lebih mudah," katanya.
Sementara itu, Kasi Pengendalian Penyakit Menular Langsung Dinas Kesehatan Indramayu, Dede Setiawan mengatakan, sejak adanya penderita HIV?AIDS di Indramayu, yakni pada 1993- 2015 penderita penyakit mematikan tersebut sudah mencapai 2.079 orang.
"683 orang adalah PSK. Dari 2.079 orang sebanyak 1.803 penderita HIV/AIDS masih usia produktif dan tercatat sebanyak 243 orang meninggal," ujarnya.
Sedangkan sekarang, pihaknya menangani sebanyak 770 penderita yang masih dalam pengobatan dan mayoritas penderita tertular melalui hubungan seksual.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.