“Jajak pendapat bisa saja salah,” katanya kepada wartawan.
“Mereka (lembaga survey) tidak memperhitungkan suara di luar negeri. Mereka tidak pergi ke lokasi terpencil di mana ada lebih banyak dukungan untuk gerakan sosialis kami,” lanjut Alvaro.
“Sangat mungkin hasil jajak pendapat berbeda dengan kenyataan (hasil resmi),” sambungnya.
Komisi Pemilihan Umum setempat mengatakan, perhitungan suara agak lebih lambat dari yang telah dijadwalkan. Hal ini menurutnya sangat mempengaruhi karena surat yang masuk dari pedesaan sebagian besar mendukung Presiden Evo Morales.
Sementara itu, di Provinsi Timur Santa Cruz pemilih marah dan membakar kertas suara dan kotak suara setelah penundaan pembukaan dilakukan di beberapa TPS.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.