Diuji dengan Membunuh Budak
Saat memasuki usia 18 tahun para Sparta ini akan disuguhkan menu latihan lebih berat. Yaitu ditugaskan membunuh Helot atau dalam bahasa setempat sering didefinisikan sebagai budak.
Para prajurit Sparta muda dalam mengemban misi ini hanya dibekali sebilah pisau. Mereka biasanya dikelompokkan dan berburu 'mangsa' di waktu malam.
Kendati berstatus sebagai budak, konon mereka juga memiliki kemampuan tarung yang tak boleh diremehkan. Sehingga, tugas ini tidak mudah, terlebih jika budak itu dikenal oleh para remaja Sparta tadi.
Dicambuk Ratusan Kali
Jika para Sparta muda ini sukses membunuh budak, mereka akan menjalani tes ketahanan tubuh lebih gila lagi yakni dicambuk hingga ratusan kali.
Alih-alih ingin membentuk mental para Sparta, latihan ini malah kerap membunuh banyak prajurit Sparta. Latihan yang lazim disebut Diamastigosis itu digelar di depan khalayak ramai tepatnya di pelataran kuil Artemis Orthia.
Jika tes ini berhasil dilalui dengan baik, maka seorang Spartan akan dinyatakan lolos dan dianggap layak menyandang kebanggaan sebagai tentara Sparta. Mereka pun layak maju ke medan pertempuran dengan mengenakan baju besi merah kebanggan orang-orang Sparta zaman dahulu.
(Syukri Rahmatullah)