Pejabat AS mengatakan bahwa uji coba pertama tidak melanggar perjanjian nuklir yang disebut sebagai The Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Tetapi, uji coba tersebut sangat mungkin melanggar resolusi PBB yang menyerukan agar Iran tidak melakukan aktivitas rudal balistik.
Pada Selasa, kantor berita Pemerintah Iran (IRNA) juga melaporkan bahwa kepala Korps Pengawal Revolusi Islam menyatakan latihan tersebut bertujuan agar musuh-musuh Iran ketakutan dengan kemampuan rudal Iran.
Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari juga mengatakan bahwa Israel turut berada dalam jangkauan rudal Iran.
Terkait uji coba rudal Iran, Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden meyakinkan kepada Israel jika Iran melanggar perjanjian kesepakatan nuklir maka pihaknya akan bereaksi cepat.
"Kami meyakini bahwa senjata nuklir Iran merupakan ancaman yang tidak dapat diterima ke Israel dan Amerika Serikat," ungkap Joe Biden setelah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.