SEMARANG - Keuskupan Agung Semarang turut berbela sungkawa atas meninggalnya Pendeta Petrus Agung Purnomo. Pendeta Petrus Agung itu meninggal kemarin malam akibat terkena serangan jantung.
"Mengucapkan ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Pendeta Petrus Agung," kata Romo Yohannes Dwi Harsanto di Semarang, Selasa (15/3/2016).
Romo Yohannes berpesan kepada jemaat Pendeta Petrus Agung yang bernaung dalam JKI Injil Kerajaan agar tetap menjalin hubungan baik terutama dengan umat katolik.
"Kepada umat yg ditinggalkan kita akan selalu menjalin hubungan baik," ujar laki-laki yang kini menjadi Pastor Paroki Kumetiran Yogyakarta tersebut.
Romo Yohannes mengenal Pendeta Petrus Agung sebagai pribadi yang punya peran dalam arah pembentukan Kota Semarang. Pendeta Petrus Agung merupakan pribadi cinta damai.
"Tokoh seperti Petrus Agung itu selalu berperan dalam pembentukan Kota Semarang. Dalam membentuk masyarakat yang berkeadaban selalu mengutamakan perdamaian," tegas Romo Yohannes.
Kepergian Pendeta Petrus Agung sempat tidak dipercaya oleh pihak keluarga, gereja, dan jemaat. Hingga kemarin sore, Petrus Agung diyakini sedang koma, bukan meninggal.
Atas keyakinan itu, ribuan jemaat di Gereja Holly Stadium menggelar doa-doa berharap ada keajaiban bagi Pendeta Petrus Agung. Keluarga akhirnya berserah atas kepergian Pendeta Petrus Agung. Rencananya, Pendeta Petrus akan dimakamkan di Heaven Hill, Ungaran pada Rabu 16 Maret besok.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.