Masih dikutip dari indomiliter, komponen Ultimax menggunakan material laras dari baja pilihan yang tahan panas. Senjata ini juga dapat diganti larasnya tanpa perlu peralatan bantuan.
Cukup membuka kunci laras dan menarik laras dengan bantuan carry handle, laras baru bisa dipasang tanpa perlu khawatir tangan melepuh akibat tingginya suhu laras.
Keunggulan lain dari Ultimax yakni ia dirancang untuk mampu menerima magasin dari senapan serbu biasa, asalkan memenuhi Standarisation Agreement (STANAG) NATO. Itu berarti Ultimax bisa menggunakan magasin M-16 atau SS-1 berkaliber 5,56 mm.
Berdasarkan informasi yang dirangkum dari Wikipedia, Ultimax kenyang pengalaman di berbagai laga pertempuran, di antaranya perang di Kroasia, Afghanistan, konflik Solomon, perang sipil di Sri Lanka, hingga perang di Filipina Selatan.
Operasi militer dalam rangka menumpas gerakan separatis GAM di Aceh oleh TNI juga tak lepas dari peranan senjata canggih ini. Performa Ultimax juga tidak kalah moncer dalam penanganan konflik di Maluku.
Spesifikasi Ultimax 100 :
Negara pembuat : Singapura
Manufaktur : STK
Kaliber : 5,56 x 45 mm
Kapasitas : 100 peluru (drum) atau 30 peluru (magasin M-16)
Mekanisme : gas operated, rotating bolt
Berat : 4,9 kg (versi standard)
Kecepatan tembak : 400 – 600 peluru per menit
Kecepatan luncur proyektil : 970 meter per detik
Jangkauan tembak efektif : 100 – 460 meter
Jangkauan tembak maksimum : 1.200 – 1.300 meter
Panjang laras : 508 mm (standard) dan 330 mm (para)
(Syukri Rahmatullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.