"Ini meningkatkan perekonomian kami semua dukung," sambungnya.
Dalam rapat tersebut hadir sejumlah nelayan dari Kepulauan Seribu dan Muara Angke. Mereka sepertinya bersyukur Ranperda tersebut batal. Namun ada sesuatu yang janggal, mereka menyerukan kalimat tolak reklamasi.
Sepertinya ada kesalahpahaman. Sebab Ranperda Zonasi berbeda dengan Ranperda Reklamasi. Menjadi pertanyaan apakah DPRD sudah melibatkan nelayan dalam pembahasan Ranperda ini?
"Pemerintah selalu mengundang, baik nelayan warga masyarakat yang ada di Pulau Seribu dan lainnya dalam menyusun naskah akademik atau Raperda. Balegda akan melakukan konfirmasi apakah pelibatan sudah dilakukan. Biasanya kalau sudah masuk paripurna sudah terkonfirmasi. Banyak keberatan di raperda reklamasi. ini kan cuma ngatur zona," jelas Sani.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.