TANGERANG – Kondisi pesisir Laut Jawa, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang, sangat memprihatinkan akibat dampak dari abrasi yang terjadi.
"Banyak faktor penyebab abrasi, diantaranya akibat hutan bakau hilang, padahal hutan bakau berfungsi sebagai penahan gelombang," kata Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Perikanan DKP Pemkab Tangerang, Haerul Latif, di Tangerang, Jumat (25/3/2016).
Haerul menambahkan, tanaman bakau merupakan gerbang utama penyelamat pantai dari terjangan gelombang Laut Jawa. Penyebab abrasi lainnya adalah ancaman angin musim barat yang kencang menambah tinggi gelombang air laut ke daratan. Bahkan adanya kegiatan pengalian pasir laut oleh pihak tertentu menyebabkan abrasi sulit untuk dapat dikendalikan.
“Bangunan yang tegak lurus di sekitar pantai juga menjadi faktor penyebab mempercepat abrasi,” ujarnya.
Haerul menuturkan, akibat abrasi itu, warga pesisir dirugikan karena daratan berkurang untuk menanam aneka palawija maupun tanaman keras lainnya. Hingga kini tercatat seluas 597 hektare lahan daratan lenyap oleh hantaman gelombang yang tersebar pada sejumlah kecamatan.