“Abrasi itu mengancam keselamatan lahan di pesisir sepanjang 51,2 kilomete, mulai dari Kronjo hingga ke Kosambi,” tuturnya.
Menurut haerul, abrasi terparah berada di Desa Kohod Kecamatan Pakuhaji mencapai 130 meter daratan setiap tahun lenyap.
Guna mengatasi abrasi tersebut, pihaknya melakukan pemetaan dan identifikasi serta luas cakupan bakau yang harus ditanam.
Pihaknya bersama warga sudah menanam puluhan ribu pohon bakau sepanjang pesisir dan berupaya untuk menambah kembali dengan skala prioritas lokasi yang dianggap parah terhadap terjangan gelombang.
DKP setempat telah meminta kepada pemerintah pusat untuk membangun turap pemecah gelombang, karena memerlukan pendanaan yang besar.
(Fransiskus Dasa Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.