DRONE, atau pesawat tanpa awak yang dikendalikan operator, hampir dimiliki oleh semua negara. Amerika Serikat (AS) pun memiliki satu drone andalan yang hingga kini digunakan untuk berbagai operasi militer di berbagai negara, khususnya di wilayah Timur Tengah. Drone tersebut bernama MQ-1 Predator.
Drone MQ-1 Predator dibuat oleh perusahaan General Atomics. Pesawat tanpa awak ini terutama digunakan untuk operasi Angkatan Udara AS serta Badan Intelijen Pusat AS (CIA).
MQ-1 yang dibuat pada 1990-an awalnya digunakan untuk misi pengintaian dan observasi. Sebab, drone ini didesain dengan berbagai kamera dan sensor pada rangkanya namun sudah dimodifikasi sedemikiran rupa hingga membawa misil dan menjadikannya “malaikat maut” pasca-tragedi 9/11.
Pesawat tanpa awak ini menjadi “malaikat maut” dari Negeri Paman Sam ketika melancarkan beragam operasi karena kerap warga sipil juga menjadi korbannya. MQ-1 sejak 1995 telah menjadi bagian dari militer AS yang beroperasi di langit Afghanistan, Pakistan, Bosnia, Serbia, Irak, Yaman, Libya, Suriah, dan Somalia.
Pada awal 1980, CIA dan Pentagon mulai melakukan pengembangan pesawat tanpa awak yang digunakan untuk misi pengintaian. Namun barulah pada Januari 1994, General Atomics Aeronautical System (GA) mendapat kontrak untuk membuat drone bernama Predator.