Beberapa perintahnya antara lain penempatan lima jet tempur F-16 “Fighting Falcon”, tiga Kapal Frigate, sistem radar baru, sejumlah drone, satu batalion dari TNI AD, serta Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU.
“Natuna adalah pintu (NKRI). Jika pintunya tidak dijaga, maka para pencuri akan masuk ke dalam,” papar Menhan Ryamizard dikutip Bloomberg, Jumat (1/4/2016).
“Semua keributan (insiden Natuna) ini karena sampai sekarang tidak dijaga. Ini semua menyangkut tentang respek terhadap negara,” tambahnya.
Tidak hanya itu, Menhan Ryamizard juga mengaku akan mempertimbangkan wajib militer terhadap masyarakat di Kepulauan Natuna. “Jadi jima terjadi sesuatu, masyarakat tidak akan takut dan tahu apa yang harus dilakukan,” tandas Ryamizard.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.