BLITAR - Praktik pelacuran disinyalir kembali menjamur di bekas lokalisasi di Kabupaten Blitar. Para eks pekerja seks komersial (PSK) di Talun, Selorejo dan Poluhan Ponggok, diduga berkamuflase dengan membuka tempat hiburan karaoke, kafe dan warung remang-remang.
Secara terselubung mantan kupu-kupu malam tersebut masih menerima service kepada para pria hidung belang.
“Karenanya, saat ini kami memfokuskan pantauan dan patroli di bekas lokalisasi itu. Informasinya, mereka beraktifitas kembali,“ ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Blitar, Toha Mashuri, kepada wartawan, Kamis (7/4/2016).
Penutupan lokalisasi di Kabupaten Blitar sudah dilakukan pada tahun 2011. Jauh sebelum Pemerintah Kota Surabaya membubarkan lokasi pelacuran terbesar di Asia Tenggara yang berada di Gang Dolly.
Sebelum menutup paksa, pemerintah melalui Komite Pelarangan Prostitusi dan Penanganan Wanita Tuna Susila dan Pria Tuna Susila (KP3 WTS/PTS) memberikan pembinaan dan tali asih kepada para eks PSK.