nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lama Ditutup, Prostitusi di Blitar Dicurigai Menjamur Lagi

Solichan Arif, Jurnalis · Kamis 07 April 2016 19:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 04 07 519 1356967 lama-ditutup-prostitusi-di-blitar-dicurigai-menjamur-lagi-50fNVNuqTj.jpg Ilustrasi (Okezone)

BLITAR - Praktik pelacuran disinyalir kembali menjamur di bekas lokalisasi di Kabupaten Blitar. Para eks pekerja seks komersial (PSK) di Talun, Selorejo dan Poluhan Ponggok, diduga berkamuflase dengan membuka tempat hiburan karaoke, kafe dan warung remang-remang.

Secara terselubung mantan kupu-kupu malam tersebut masih menerima service kepada para pria hidung belang.

“Karenanya, saat ini kami memfokuskan pantauan dan patroli di bekas lokalisasi itu. Informasinya, mereka beraktifitas kembali,“ ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Blitar, Toha Mashuri, kepada wartawan, Kamis (7/4/2016).

Penutupan lokalisasi di Kabupaten Blitar sudah dilakukan pada tahun 2011. Jauh sebelum Pemerintah Kota Surabaya membubarkan lokasi pelacuran terbesar di Asia Tenggara yang berada di Gang Dolly.

Sebelum menutup paksa, pemerintah melalui Komite Pelarangan Prostitusi dan Penanganan Wanita Tuna Susila dan Pria Tuna Susila (KP3 WTS/PTS) memberikan pembinaan dan tali asih kepada para eks PSK.

Saat dipulangkan ke kampung halaman, para eks PSK diharapkan mampu bekerja dengan cara yang tidak menyimpangi norma agama dan negara. Terkait penyalahgunaan tempat kos sebagai praktik esek-esek, Toha mengaku, belum menerima laporan tersebut.

“Namun, kendati demikian kami juga melakukan pantauan ke sana (rumah kos),“ tegasnya.

Toha menambahkan, meskipun penutupan sudah berlangsung lama, pihaknya mendapat instruksi dari Biro Kesra Provinsi Jawa Timur untuk terus mengawasi. Sebab, pemerintah pusat melalui Kementrian Sosial menargetkan Indonesia Bebas Prostitusi pada tahun 2019.

Menanggapi hal itu, mantan komisioner KP3 WTS PTS Kabupaten Blitar, Hendi Budi mengatakan, sepakat agar pemantauan terus dilakukan. Namun demikian, harus dipastikan apakah dugaan kemunculan ulang praktik prostitusi di bekas lokalisasi dilakukan orang yang sama atau pendatang baru.

“Intinya pemantauan harus terus dilakukan. Namun juga dipastikan apakah yang dikabarkan praktik lagi itu orang yang sama atau baru,“ ujarnya singkat.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini