Share

Diduga Keracunan, Jutaan Ikan Mati di Area Freeport

Saldi Hermanto, Okezone · Rabu 13 April 2016 20:14 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 13 340 1362199 diduga-keracunan-jutaan-ikan-mati-di-area-freeport-aAYRqdTQXk.jpg Seorang warga tengah mengambil ikan mati (Saldi Hermanto/Okezone)

TIMIKA – Jutaan ekor ikan ditemukan mati di sekitar Sungai Amaima, wilayah tanggul barat, yang masih merupakan areal operasional PT Freeport Indonesia (PTFI). Kematian jutaan ekor ikan ini, baru diketahui pihak Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) sejak Jumat 8 April pekan lalu.

Kepada awak media, Wakil Ketua Lemasko, Gery Okoare menyampaikan bahwa pihaknya meminta kepada Freeport Indonesia untuk ikut bertanggungjawab terkait matinya jutaan ekor ikan berbagai jenis dan ukuran tersebut.

“Kalau memang iklim alam, kenapa di wilayah adat lainnya tidak ada. Pantauan kami ini hanya terjadi di sekitar cargo dok,” kata Gery di Timika, Rabu (13/4/2016).

Menurut dia, kematian jutaan ekor ikan ini bukan disebabkan plankton makanan yang sudah habis ataupun adanya perubahan iklim. Sebab, lanjut dia, sudah dilakukan survey pada wilayah adat Kamoro bagian barat maupun timur, namun tidak ditemukan adanya kejadian serupa.

Ia menduga bahwa kejadian tersebut muncul dari racun limbah hasil pertambangan PTFI.

“Menjadi pertanyaan lembaga adat, kenapa ini bisa terjadi di sekitar lokasi pertambangan Freeport,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat yang berada di sekitar Pulau Karaka untuk saat ini sudah tidak dapat mencari ikan lantaran air sungai sudah berbau busuk dan jutaan ekor ikan sudah mengambang.

“Di pulau Karaka sekarang sudah tidak bisa mencari ikan karena airnya sudah bau, dan ikannya sudah mengambang. Selain itu, air sungai sudah berwarna lain dan berminyak. Sekarang saja ada warga yang sudah batuk-batuk,” tuturnya.

Terkait hal ini, pihak Lemasko belum menyampaikan kepada pihak PTFI. Meski demikian, pihaknya akan menyampaikannya dan berharad dari PTFI dapat duduk bersama dengan semua pihak terutama Lemasko untuk membahas kejadian tersebut.

Pemerintah dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup juga diminta melihat kejadian ini dan mengambil langkah tepat untuk penanganannya.

“Ini harus ada klarifikasi sama-sama, kalau tidak digubris, saya akan tutup area Freeport,” tandasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini