Image

Akhir Kisah Pelarian Tersangka Bank Century Hartawan Aluwi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at, 22 April 2016 - 14:51 WIB
Ilustrasi (Okezone) Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA – Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Wadir Tipideksus) Bareskrim Mabes Polri ‎Kombes Pol Agung Setya menjelaskan, buronan koruptor Bank Century Hartawan Aluwi‎ yang merugikan negara sekira Rp3,11 triliun tidak sendiri dalam melakukan aksi penipuannya.

Ia menjelaskan, Hartawan ‎bersama Robert Tantular dan Anton Tantular diketahui mengelola satu perusahaan bernama PT Antaboga Delta Sekuritas yang tidak memiliki legalitas dalam menjalankan bisnis usaha investasinya.

"‎Bersama-sama dengan Robert Tantular dan Anton Tantular mengelola satu perusahaan sekuritas yaitu Antaboga Delta Sekuritas yang legalitasnya juga tidak memiliki. Kita ketahui bersama Antaboga ini secara legal tidak punya legalitas untuk menjalankan keuangan investasi," kata Agung di Mabes Polri, Jumat (22/4/2016).

(Baca juga: Hartawan Aluwi Ditangkap karena Permanen Residennya Dicabut)

‎Hartawan Aluwi, kata Agus, melakukan kejahatan penipuannya dengan modus membujuk para nasabah Bank Century untuk berinvestasi di unit usahanya tersebut. Ia mengatakan, seluruh korban dijanjikan mendapat bunga tinggi serta tidak dikenakan pajak dalam investasinya.

"Modus yang dia lakukan adalah membujuk para nasabah Bank Century saat itu untuk berinvestasi dengan iming-iming bahwa bunganya melebihi bunga bank, kemudian tidak akan dikenakan pajak, kemudian dijamin dana yang diinvestasikan itu oleh pemiliknya yaitu pemilik Bank Century dalam hal ini Robert Tantular," ungkap Agus.

Ia menerangkan, atas aksi kejahatannya, ketiga DPO asal Indonesia ini berhasil mengumpulkan uang lebih dari Rp1 triliun dan mengalir ke sejumlah rekening pribadi milik mereka.

"Atas kejahatan ini, kita ketahui bahwa yang bersangkutan bersama ketiga orang ini telah mengumpulkan dana Rp1,455 triliun yang kemudian kita ketahui dana yang terkumul di PT Antaboga ini kemudian mengalir atau diambil oleh pengurusnya sendiri bukan untuk investasi sebagaimana yang dia janjikan," terang A‎gus.

(Baca juga: Tim Pemburu Koruptor Tangkap Buronan Kasus Century Hartawan Aluwi)

Dalam penyidikan Korps Bhayangkara, diketahui dana investasi para nasabah dibagi-bagi kepada ketiganya. ‎Robert Tantular, ungkap Agus, mendapat uang sebesar Rp334 miliar, Anton Tantular Rp308 miliar, dan yang paling banyak Hartawan Auli dengan lebih dari Rp408 miliar.

"‎Dengan menarik kurang lebih 2.424 lembar girik giro dari rekening milik nasabah yang diambil oleh mereka. Yang kita ketahui Robert Tantular menarik kurang lebih untuk kepentingan pribadi Rp334,276 miliar, kemudian Saudara Anton Tantular Rp308,618 miliar, kemudian Saudara Hartawan Auwli paling banyak senilai Rp408.478.596 miliar. Ini adalah uang nasabah yang dibawa oleh mereka dan kita sudah berproses di pengadilan terhadap berkas perkaranya di mana tiga-tiganya sudah divonis 14 tahun," jelas Agus.

Ia menambahkan, jajarannya telah menyita sejumlah aset dan akan terus mengejar aset-aset baik yang di dalam negeri maupun luar negeri yang dimiliki ketiga taipan ini.

"Kemudian kita ketahui bersama kita sudah kejar aset-aset mereka baik di dalam negeri yang kita ketahui bersama kita sudah menyita mal di Serpong salah satu aset cukup besar, kemudian tanah di Klender dan ada sekira 3 miliar lembar saham yang kita sita untuk berkas perkara ini maupun ada kurang lebih USD2,6 juta di Hong Kong yang saat ini sedang dalam proses untuk kita ambil dari otoritas yang ada di Hong Kong‎‎," tutupnya.(gun)

(sus)

  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming