Dalam pertemuan dengan ketua blok-blok, sambungnya, tuntutan mereka salah satunya adalah tidak menerima tahanan kasus bentrokan di Jalan Tengku Umar yang menyebabkan empat orang meninggal dunia di dalam Lapas Kerobokan.
“Mereka minta tahanan kasus itu jangan dibawa kesini, itu komitmen mereka yang sudah dibuat. Kemarin itu rupaya itu dilanggar dan mereka marah,” jelasnya.
“Lha wong sudah komitmen kok kenapa kami dipanggil lagi. Itu kata mereka. Kalapas juga sudah minta maaf atas peristiwa tersebut,” imbuhnya.
Peristiwa Kamis 21 April 2016, menurutnya terjadi lantaran ada tekanan dari luar. Pertama Kalapas sudah menolak dan kedua mereka datang lagi ke lapas bersama pengawal dan jaksanya.
“Bahkan ada pihak ormas kesini yaitu sekjen laskar Bali, seolah-olah itu mereka dipaksakan sampai didalam mereka itu tidak terima. Akhirnya terjadi seperti itu. Mereka mengatakan ingin damai, ketika sudah damai jangan diganggu dengan orang yang seperti itu,” pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.