JAKARTA – Warga Luar Batang menolak ganti rugi yang akan diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait penggusuran yang rencananya akan dilakukan pada bulan ini.
Seorang warga Luar Batang, Nona (50) menyatakan bahwa dirinya tidak mau rumahnya digusur meski akan mendapatkan ganti rugi.
"Saya emang punya sertifikat, tapi tetep aja gak mau pindah atau diganti. Saya gak mau, ini kan tanah dari nenek moyang saya. Ibu saya dulu tinggal di sini, nenek saya juga. Gak rela saya," papar Nona di Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/5/2016).
(Baca juga: Pasokan Air Mati, Warga Luar Batang Curiga)
Warga Luar Batang akan melakukan unjuk rasa di Balai Kota, Jakarta dan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Warga akan kumpul di Masjid Kramat Luar Batang pada pukul 08:00 WIB. Aksi tersebut menuntut sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang akan melakukan penggusuran di kawasan tersebut.