JAKARTA - Sekretaris Masjid Luar Batang, Mansur Amin mengatakan bahwa kawasan Luar Batang akan dijadikan pintu masuk Pulau H. Pulau tersebut merupakan salah satu gugusan pulau yang ada dalam proyek Reklamasi Teluk Jakarta.
"Kita kan sudah tahu bahwa tanah kita ini akan dijadikan halaman depan gugusan apartemen, pintu masuk ke Pulau H," kata Mansur di Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/5/2016).
Ia menegaskan bahwa warga Luar Batang tidak akan rela rumahnya digusur ataupun mewakafkan rumah dan tanahnya.
"Kita akan mempertahankan hak kita. Karena ini kampung sejarah, usianya sudah ratusan tahun. Jangan demi kepentingan pengembang, akar budaya dan keagamaan di sini dihancurkan," lanjutnya.
(Baca juga: Dapat Ganti Rugi, Warga Luar Batang Tetap Tolak Penggusuran)
Mansur juga meminta ke sejumlah pihak yang bersikeras melakukan penggusuran di Luar Batang, agar menanyakan soal penggusuran kepada orang kaya.
"Jangan nuntut kita wakafin tanah kita, harusnya apartemen itu diwakafin buat Masjid.
Sekarang kalau kita balik, coba tanya ke orang-orang kaya, lahannya mau dipakai buat plaza, mau gak? Jadi kenapa harus ke orang-orang miskin saja?" tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berencana akan menggusur kawasan Luar Batang dengan dalih ingin meningkatkan wisata sejarah di pesisir utara Jakarta. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari warga, karena warga di daerah itu memiliki sertifikat tanah yang saat ini telah disimpan di kantor Yusril Ihza Mahendar, selaku kuasa hukum warga Luar Batang.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.