Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kapal Rombongan Pengantin Tenggelam karena Kelebihan Muatan

Awaludin , Jurnalis-Jum'at, 06 Mei 2016 |16:33 WIB
  Kapal Rombongan Pengantin Tenggelam karena Kelebihan Muatan
Foto Ilustrasi (Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sebuah kapal kayu KM Vega yang mengangkut puluhan penumpang tenggelam di perairan Muara Selangot, Simpangan Simpananjuk Labuangkalo, Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Aru, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hingga saat ini berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kalimantan Timur, terdapat empat orang meninggal dunia, empat orang hilang, dan 40 orang selamat.

"Diperkirakan kapal kayu berkapasitas lima ton tersebut kelebihan muatan sehingga tenggelam," kata Sutopo dalam keterangan persnya, Jumat (6/5/2016).

(Baca juga: Kapal Rombongan Pengantin Tenggelam, Empat Orang Tewas)

Kata dia, selain itu juga karena perairan dangkal. Kapal kayu dengan kapasitas tersebut umumnya hanya bermuatan 20 orang, namun dinaiki 48 orang termasuk anak-anak.

"Di tengah perjalanan yaitu 12,5 kilometer dari pantai di perairan Selangot, kapal kandas dan tenggelam. Penumpang segera menyelamatkan diri dengan alat apa adanya. Tidak adanya manifes menyebabkan jumlah penumpang secara pasti masih berbeda-beda. Pendataan masih dilakukan oleh petugas," sambungnya.

(Baca juga: Tiga Penumpang Kapal Rombongan Pengantin Masih dalam Pencarian)

Diketahui, para penumpang adalah rombongan warga yang akan menghadiri pernikahan berangkat dari Desa Lori di Paser menuju Tanjung Harapan, dan mereka menyewa KM Vega, kapal kayu yang sehari-hari digunakan untuk mencari ikan.

Saat ini, sambung dia, evakuasi dan pencarian korban masih dilakukan. BPBD Kabupaten Paser bersama Basarnas, TNI, Polri dan instansi terkait melakukan penanganan darurat. Posko tanggap darurat telah didirikan. Pendataan masih terus dilakukan.

"Basarnas mengerahkan kapal untuk mencari korban. Masyarakat dan nelayan sekitar juga ikut membantu melakukan pencarian korban. Evakuasi saat ini difokuskan pada dua titik," tutupnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement