YOGYAKARTA - Kepolisian membutuhkan penelitian lebih jauh untuk mengetahui jenis miras yang menyebabkan beberapa orang tewas di Bantul, dan kota Yogyakarta.
Salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan, dua jam usai mengonsumsi miras maut itu, para korban yang diantarkan ke Rumah sakit merasakan panas yang luar biasa di tenggorokan hingga dada. "Panas tur nggliyer (panas lalu pusing)," ucapnya, saat ditemui wartawan Minggu 15 Mei 2016.
Warga Jambidan, Banguntapan ini mengaku ada beberapa temannya yang menjadi korban. Menurut dia, kalangan sebagian warga Jambidan, miras oplosan bukan asing lagi. Bahkan, mereka juga mengetahui asal-usul dan siapa saja yang menjualnya.
Bahkan, salah satu korban meninggal Sigit Purnomo, dikenal sebagai tangan kanan Robert alias Udik, produsen miras oplosan, yang saat ini masih diburu polisi.
"Dengar-dengar bahannya dari revanol, potassium, spiritus, dan alkohol," jelasnya.